Edisi 21 September 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianOlahraga

Libur panjang akhir tahun: menjaga tubuh tetap bergerak saat jadwal berantakan

Rutinitas boleh longgar, tapi jangan sampai berhenti total.

Libur panjang akhir tahun: menjaga tubuh tetap bergerak saat jadwal berantakan
Foto: H / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Sekolah libur, kantor sepi, kerabat berdatangan, dan hujan turun hampir setiap sore. Jadwal olahraga yang biasanya rapi mendadak hilang, dan sering kali baru kembali di pertengahan Januari, dengan tubuh yang terasa lebih berat dari sebelumnya.

Masalahnya jarang karena tidak ada waktu. Libur justru memberi waktu lebih banyak. Yang hilang adalah pemicu rutin: jam berangkat kerja, jadwal gym, atau teman lari yang biasanya mengajak.

Baca juga: Bermain aktif bersama anak: olahraga akhir pekan yang tidak terasa seperti olahraga

Mengganti rutinitas, bukan mempertahankannya

Alih-alih memaksa jadwal yang sama, lebih realistis menurunkan standar sementara. Tiga kali seminggu menjadi setiap hari bergerak sedikit. Lari lima kilometer menjadi jalan kaki pagi tiga puluh menit sebelum rumah ramai. Latihan di gym menjadi beberapa gerakan dengan berat badan sendiri di kamar.

Liburan juga membuka cara bergerak yang berbeda. Jalan kaki keliling tempat wisata, berenang di kolam penginapan, bersepeda bersama keponakan, atau membantu membersihkan rumah untuk menyambut tahun baru semuanya terhitung. Tubuh tidak tahu apakah gerakan itu disebut olahraga atau bukan.

Hujan sore yang hampir pasti datang bisa disiasati dengan memindahkan waktu bergerak ke pagi. Jika benar-benar terjebak di dalam rumah, naik turun tangga dan peregangan sambil menonton sudah lebih baik daripada tidak sama sekali.

Setelah libur selesai, mulai lagi dengan pelan. Tubuh yang dua minggu bergerak ringan tidak siap langsung kembali ke intensitas sebelum libur. Nyeri, pusing, atau sesak yang muncul saat memaksakan diri adalah tanda untuk berhenti, dan bila berulang, tanda untuk ke dokter.

Yang dipertahankan selama libur bukan performa, melainkan kebiasaan. Kebiasaan yang tidak terputus jauh lebih mudah dikembalikan ke jalurnya.

RN
Ratih NasutionRatih Nasution menulis untuk Sehat Harian dari 2023 hingga 2025, salah satu dari sedikit penulis yang menemani situs ini sejak tahun pertamanya. Ia dikenal di redaksi karena menolak menulis tentang suplemen apa pun yang belum ia periksa nomor izin edarnya.